|
Makanan Bayi Sehat |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Beberapa petunjuk yang penting untuk bayi Anda :
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Jadwal Pemberian Makanan untuk Bayi |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Cara Pembuatan Makanan Bayi |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Air jeruk |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Air tomat |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pepaya saring |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pisang ambon |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Bubur susu |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tim saring |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Arti Singkatan :
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
*** Makanan Bayi Sehat ***
REBUTLAH HATI SUAMIMU DENGAN SEGERA MENTAATINYA..
Istri yang bijak adalah istri yang dapat mengerti dan memahami kewajiban yang harus dilakukannya. Memahami bahwa mentaati suami merupakan salah satu kewajibannya. Dan bahwa mentaati suami dalam perkara yang bukan maksiat merupakan penyebab ia masuk ke dalam jannah.
Rasulullooh Shololloohi ‘alahi wassallaam telah bersabda:
“Apabila seorang wanita telah mengerjakan sholat lima waktu, puasa bulan ramadhon, menjaga kemaluannya, mentaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: “Masuklah jannah dari pintu manapun yang engkau suka”. (Shahih Al-Jami’ Al Kabir)
Ketahuilah, kewajiban utama seorang istri terhadap suaminya adalah mentaatinya dalam perkara-perkara yang bukan maksiat dan tidak menyeret kepada mudhorat. Ketaatan istri ini akan memberikan pengaruh yang amat besar dalam menciptakan suasana keluarga yang harmonis. Dalam hadits tentang kisah delegasi kaum wanita, mereka menyebutkan tentang pahala yang diperoleh para lelaki dengan jihad, kemudian mereka bertanya, “Bagaimana kami dapat memperoleh keutamaan seperti demikian?”
Maka Rasulullooh Shololloohi ‘alahi wassallaam bersabda:
“Sampaikan kepada para wanita yang kalian jumpai bahwa mentaati suami dan menunaikan hak-haknya dapat menyamai semua keutamaan itu…” (HR. Al-Bazaar dan Ath-Thobrani)
Kewajiban kepada suami bukan berarti menihilkan kepribadianmu sebagai wanita. Bukan berarti hegemoni kaum lelaki terhadap wanita dan bukan pula berarti kehidupan rumah tangga menjadi ajang pertempuran, penentangan dan membuat keras kepala. Namun, merupakan kehidupan yang mana kesantunan menjadi ciri utamanya.
Sesungguhnya ketaatan istri kepada suaminya secara ma’ruf dan kecintaannya kepada suaminya bisa mengangkat kedudukannya di sisi Allooh dan mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan baginya. Dan suaminya juga akan mentaatinya dan menuruti keinginannya yang syar’i. Dalam sebuah mutiara-mutiara hikmah, disebutkan: “Sebaik-baik istri adalah yang ta’at, mencintai, bijak, subur lagi penyayang, pendek lisan (tak cerewet) dan mudah diatur.”
Suami akan sangat gembira ketika mendapatkan istrinya segera mentaatinya, tidak bermalas-malasan dalam menunaikan apa yang dikehendakinya, bahkan terkadang sampai pada taraf kedua-duanya memahami apa yang diingini oleh pasangannya, ia tidak perlu memikirkannya sebelum menyebutkannya.
Itu berarti engkau benar-benar mengharapkan ridha suamimu dan berusaha untuk meraihnya. Dan juga berarti engkau mengetahui jalan menuju jannah.
Rasulullooh Shololloohi ‘alahi wassallaam bersabda:
“siapa saja wanita yang meninggal sementara suaminya ridho terhadapnya maka ia pasti masuk jannah.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Dikutip dari Kuuni Zaujatan Naajihatan, DR. Najla’ As-Sayyid Nayil.
[AMAZING!!!] orang orang dgn kondisi kesehatan yg LUAR BIASA
Ada beberapa orang didunia yang lahir dengan kondisi fisik yang berbeda dengan orang kebanyakan, bahkan beberapa diantaranya memiliki kemampuan yang terkadang diluar nalar kita, berikut beberapa orang dengan kondisi fisik yang istimewa dan aneh.
Namanya Perry berumur 59 tahun, pria ini dapat memakan makanan apapun yang diinginkannya dalam jumlah tak terbatas termasuk makanan tinggi lemak seperti makanan fast food dan dia tidak perlu khawatir kegemukan. Pria ini menderita kelainan yang disebut Lipodystrophy, kondisi yang membuat tubuhnya secara cepat membakar lemak.
Dahulu Perry adalah anak yang cukup gendut, tetapi ketika berumur 12 tahun tiba-tiba berat tubuhnya turun bebas hanya dalam waktu semalam. Meski berusaha makan sebanyak apapun tetapi tidak menimbulkan efek apa-apa. Pada akhirnya ketika diperiksa ditemukan kelainan tersebut, tubuh Perry ternyata memproduksi hormon insulin 6x lebih banyak dibandingkan orang kebanyakan. Benar-benar kondisi yang diimpikan oleh para pengingin tubuh ramping.
Nama wanita ini, sarah Carmen berumur 24 tahun tinggal di UK . Merupakan wanita yang luar biasa karena dapat dengan mudah mendapat rangsangan dari hampir semua hal sehingga mampu orgasme sebanyak 200x dalam sehari. Bayangkan!
Dutchman Wim Hof namanya, dikenal juga dengan sebutan Iceman, pria ini mampu berenang di air es dan mengubur dirinya ditimbunan es. Bahkan dia pernah memanjat gunung Blanc hanya dengan celana pendek saja!
Rhett Lamb terlihat seperti anak berumur 3 tahun kebanyakan, tetapi ada satu hal yang membuatnya benar-benar berbeda dengan anak sebayanya, yaitu kondisi dimana dia mampu tidak tidur meski hanya sekejap saja.
Otak Rhett secara harafiah terdesak oleh kolom tulang belakang, Sehingga mengacaukan sistem kerja otak, padahal otak mempunyai fungsi vital untuk mengantur rasa ngantuk, berbicara, emosi, sistem sirkulasi tubuh, bahkan mengatur pernafasan.
Namanya Ashleigh Morris, dia tidak bisa pergi berenang, berendam di bak air hangat dan bahkan mandi sekalipun karena dia alergi terhadap air, Bahkan berkeringat pun membuat gadis berumur 19 tahun ini kesakitan.
Merupakan kemampuan dari wanita bernama AJ (nama asli dirahasiakan untuk menjaga privasi), berumur 40 tahun. McGaugh dan beberapa peneliti dari UCI Researchers telah mempelajari kemampuan luar biasa dari wanita ini. kemampuan untuk menyimpan secara terus menerus dan otomatis pengalaman pribadi dan kejadian umum yang dialami oleh AJ. Jika kita menanyakan hal secara acak peristiwa yang terjadi selama 25 tahun belakangan, AJ dapat menjelaskannya secara detail apa yang terjadi pada waktu itu, hari apa, dan bagaimana cuaca pada hari itu.
Namanya Natalie Cooper, berumur 17 tahun. gadis remaja yang memiliki penyakit misterius yang membuatnya sakit setiap kali makan sesuatu. hampir semua makanan kecuali satu, yaitu permen tic tac!
Namanya Kay Underwood, berumur 20 tahun, menderita Cataplexy yang berarti ketika si penderita mengalami emosi berlebihan, ototnya akan melemah. hal seperti gembira,ketakutan, terkejut, kagum dapat membuatnya langsung jatuh tepat dimana dia berada.
Selain Cataplexy Kay juga harus melawan Narcolepsy, yaitu kondisi yang dapat membuatnya tertidur secara tiba-tiba. Narcolepsy menyerang lebih dari 30.000 orang di UK dan sekitar 70% nya juga memiliki penyakit Cataplexy.
Untuk sebagian besar orang, Handphone, memasak dengan Microwave adalah bagian dari kehidupan di abad 21. tetapi benda ini sangat tidak mungkin dimiliki bagi Debbie Bird, karena dia alergi terhadap Handphone dan Microwaves.
Kiat-kiat Memikat Suami
1. Lelaki gemar diberi perhatian akan hal-hal yang remeh yang berkaitan dengan dirinya. Dia akan senang bila istrinya mengenakan kancing bajunya, mengelap sepatunya, memotong kukunya, dan sebagaiya. Sabda Rasulullah SAW, “Ya Fathimah, barangsiapa wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya serta memotong kumisnya dan mengerat kukunya, maka Allah akan memberikan minuman air dari sungai-sungai di surga, diringankan baginya sakaratul maut, kuburnya akan didapati menjadi taman surga, Allah akan mencatatkannya bebas dari api neraka, dan selamat titian shirat.”
2. Pernahkah Anda dipanggil suami ketika Anda memasak? Anda wajib memenuhi panggilannya. Jika perlu, segera matikan api dan tunaikan permintaannya.
3. Kebanyakan lelaki cukup cerewet dengan kebersihan. Mereka akan bosan apabila isterinya menyambutnya dengan rupa yang semrawut, kusut, dan anak-anak yang lusuh dan kumal “bak kapal pecah dan berantakan”.
4. Lelaki suka dilayani seperti raja oleh isterinya yang memiliki sifat keibuan. Dia suka isterinya mengelap peluhnya, menyediakan keperluan untuk mandi, dan berdiri ketika ia hendak pergi dan kembali.
5. Lelaki suka dipuji. Jangan lupa hargai setiap barang pemberiannya meskipun tidak bagus atau tidak seberapa nilainya.
6. Lelaki akan bosan jika isterinya melulu menagih janji. Mau makan apa, hendak kemana, dan lain-lain.
7. Ada sebagaian lelaki mengatakan, “Isteri yang menghidangkan makanan tanpa menemaninya makan adalah memberi makan kucing.” Anda mesti menemaninya meskipun satu suapan. Thabit Al-Banani berkata, “Terdapat seorang wanita dari Bani Israil yang buta sebelah matanya dan sangat baik pekertinya terhadap suaminya. Apabila dia menghidangkan makanan di hadapan suaminya, dipegangnya pelita sampai suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu. Lalu diambil rambutnya untuk dijadikan sumbu. Esok harinya matanya kemballi melihat. Allah memuliakannya karena rasa hormatnya pada suami.”
8. Lelaki senang dengan kefasihan isterinya dalam berkata, bijak dalam bertindak, dan menjadi partner dalam diskusi. Dia akan muak terhadap wanita yang banyak omong tetapi tak bermakna.
9. Kebanyakan lelaki beranggapan “Baiti Jannati”. Rumahku adalah surgaku dan penenang pikiranku. Jadi wajar jika Anda memelihara suasana rumah dan berperan sebagai bidadari rumah.
10. Kalau Anda menginginkan agar suami berlama-lama di rumah, maka jangan menyambutnya dengan masalah anak dan dapur.
11. Suami (mayoritas) suka kepada istri yang kreatif dalam soal memasak, menghias rumah, dan mengurus dirinya dalam melayani suami.
12. Tempat tidur adalah rahasia suami isteri. Jadikan dia kamar yang eksklusif dan pribadi. Suami tidak suka ruang tidurnya dimasuki orang tanpa izinnya.
13. Pantang bagi suami kalau sedang tidur diganggu. Hal ini akan membuatnya marah. Jauhkan anak-anak darinya ketika dia tidur.
14. Pantang bagi suami kalau isteri menolak hajatnya kecuali jika isterinya sedang sakit. “Apabila suami memanggilnya ke tempat tidur tetapi ditolaknya hingga suaminya marah, maka wanita itu tidur dalam laknat malaikat hingga pagi hari.” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi).
15. Hanya ketaqwaan Anda yang dapat menguasai ego suami dan membantunya membentuk pribadi muslim yang tangguh serta menjadi suami ideal. Lelaki tidak mudah dengan ucapan cinta, tetapi cukup dengan keluhuran Anda dalam berkorban untuk taat dan menyayangi dirirnya, karena lelaki hanya keras pikirannya tetapi sensitif perasaannya.
Wallaahu a’lam.
ManFa4t LebaH mAdU
Lebah Madu
Penulis : Harun Yahya
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An Nahl, 16 : 68-69).
Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah madu.
Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru -yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.
Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah, mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan tenaga? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata “wahyu (ilham)” yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.
Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendati pun tidak membutuhkannya dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.
***
Pengaturan yang Luar Biasa dalam Sarang Lebah
Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama “kehidupan masyarakat” lebah. Lebah harus melaksanakan banyak “tugas” dan mereka mengatur semua ini dengan pengaturan yang luar biasa.
1. Pengaturan Kelembapan dan Pertukaran Udara
Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.
Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.
Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.
2. Penataan Kesehatan
Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang.
Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan cara pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut “propolis” (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.
Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?
Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
BroWni3s KukUs
Lagi Nyoba-nyoba bikin Kue nih…Mudah2an bisa jadi Pengusaha Kue nih Amin…Selamat mencoba…!!!!
Bahan
- 200 g terigu
- 400 g gula halus
- 8 butir telur
- 300 cc minyak sayur
- 60 g coklat bubuk, ayak
- 1 sdm baking powder
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt vanili
- meises secukupnya
Cara membuat
1. Kocok telur dan gula hingga gula larut dan mengembang.
2. Masukkan tepung, coklat bubuk ayak, vanili, dan garam aduk rata.
3. Masukkan minyak goreng, aduk lagi hingga rata.
4. Siapkan loyang 24 yang telah diolesi mentega dan dialasi kertas roti.
5. Tuang 1/2 bagian adonan kukus selama 15 menit atau permukaan kering, taburi dengan meises.
6. Tuang lagi sisa adonan kukus lagi kurleb 20 menit hingga matang. Waktu brownies dikukus, tutup dandang dengan serbet supaya air tidak menetes.
7 Angkat, potong2 lalu hidangkan.
MENYELAMI RAHASIA HIDUP TERDALAM
Berjalan, berjalan dan hanya berjalan. Mungkin itu satu-satunya pekerjaan permanen setiap makhluk hidup. Lihatlah pohon, ia berjalan mencari cahaya. Perhatikan binatang, dengan seluruh kekurangannya ia juga mencari. Tolehlah air sungai, ia berjalan, berjalan dan hanya berjalan. Apalagi manusia, tanpa berjalan ia sama dengan mengakhiri hidupnya. Apalagi berhenti berjalan dalam kehidupan, ia sama artinya bersahabat dengan kebosanan.
Adalah hak setiap orang untuk memilih tipologi hidup yang mana. Hanya saja, kita manusia tidak punya pilihan lain terkecuali terus berjalan. Dan dalam aliran kehidupan yang tidak mengenal kamus lain selain berjalan ini, ada sejenis sungai yang dilalui demikian banyak orang, yang biasanya disebut KERJA. Dengan tidak menggunakan kerangka baik-buruk sebagai kaca mata untuk melihat, ada memang orang yang menyebut kerja sebagai kewajiban, keharusan dan keterpaksaan.
Dalam kolam kejernihan, sejumlah sahabat bertutur, kerja sebenarnya sarana terbaik untuk memahami sang hidup.
Bahkan ada yang dengan gagah berani mengemukakan bahwa dalam kerjalah manusia mengalami pengalaman-pengalaman kemanusiaan yang terbaik dan mengagumkan.
Sebab, ketika manusia bekerja, ia mendapatkan serangkaian hal yang jauh lebih berguna dari sekedar ongkos hidup atau harta yang diwariskan kemudian.
Melalui kerja, manusia bisa menelusuri bagian-bagian sungai kehidupannya yang lebar dan panjang. Dengan bekerja itu juga manusia bisa menyelami rahasia hidup yang paling dalam.
Coba renungkan dan perhatikan perjalanan kerja manusia. Entah itu pencari kayu dihutan, tukang sapu jalanan atau pun pejabat tinggi korporasi, ketika bekerja, mereka ‘bercakap-cakap’ dengan dirinya secara lebih intensif, terutama bila mereka mengalami banyak kegagalan. Kegagalan tidak hanya menghasilkan kesedihan. Ia juga memperlihatkan kapasitas diri dalam bingkai waktu. Kegagalan menjadi mesin yang memproduksi kekuatan di kemudian hari. Tidak jarang terjadi, kegagalan membawa dua hadiah terbaik dalam hidup : KEARIFAN dan KESABARAN.
Keberhasilan memang bertemankan senyuman dan pujian, tetapi ia juga mengajarkan bahayanya EGO. Keberhasilan mengangkat manusia, dan keberhasilan juga yang menjatuhkannya secara menyakitkan. Bagi sebagian manusia, keberhasilan adalah berkah. Dan bagi sebagian manusia lain, keberhasilan adalah hulu iri dan dengki. Bila demikian ceritanya, keberhasilan yang diburu banyak orang dalam bekerja mempunyai banyak wajah. Ia bisa menjadi berkah, bisa juga menjadi musibah.
Dalam bingkai-bingkai kejernihan seperti ini, layak direnungkan untuk menempatkan kerja dalam wilayah kewajiban dan keterpaksaan. Kerja sebenarnya sebuah berkah kehidupan yang mengagumkan. Lebih mengagumkan lagi bila manusia bisa menyelami kedalaman dirinya lewat kerja, dan pada saat yang sama menyesuaikan irama dengan irama semesta. Ada irama berupa peran sebagai orangtua, suami, istri, atasan, bawahan atau malah sebagai pecinta Tuhan. Bukankah ideal sekali kalau manusia bisa menyelami dirinya, dan pada saat yang sama melakukan peran-perannya secara optimal ? Dan dalam kesadaran seperti itu, punyakah manusia pilihan lain selain menekuni kerja dengan penuh suka cita ?
( by. Gede Prama)
Ber@t Bad4n
Semangat pagi…………!!!!
Duh senangnya hari ini libur….walaupun aku tetep masuk kantor dikarenakan ada pekerjaan yang terpaksa membuat aku harus lembur…so sad……:=(
Tapi ada hal yang membuat aku senang…..apakah gerangan????kemarin my sweet baby…Azka ditimbang di posyandu deket rumah,,,,nnn berat badan Azka sudah kembali normal dan dalam usianya yang baru 4 bulan 5 hari….Azka sudah mempunyai berat 8 Kg,,,sungguh hal yang luar biasa n merupakan mukzizat dari Allah SWT,,,karena sampai hari ini dan tuk selamanya Azka masih diberikan nikmat sehat dan panjang umur Amin……….
Tadi pagi ketika aku akan berangkat lembur ke kantor dan si papih menyalakan motor Azka terbangun,,,,tapi dengan siaga aku selalu ada disampingnya ketika si papih akan menyalakan motor…karena pasti Azka akan terbangun mendengar suara motor Gede si papih…..n setelah terbangun Azka ketika melihat aku dia tidak akan menangis tetapi malah tersenyum….karena ada mamihnya disampingnya ketika Azka terbangun dari tidurnya…..segeralah ku gendong keluar kamar dan kuberikan kepada eyang putrinya…….ku ajak Azka bersalaman tanda sudah harus berangkat aku ke kantor…..dengan wajah polos dan senyuman kecil dibibirnya,,,disambutnya tanganku oleh tangannya yang mungil n imut,,,kutempelkan tanganku ke pipinya…….Azka ku,,,buah hatiku,,,,Mamih n Papih akan selalu menyanyangimu dan selalu melindungimu…..Kami akan memberikan yang terbaik untukmu my sweet baby……………Terimakasih Ya Allah,,,,atas nikmat yang telah Kau berikan kepada keluarga kami……….Amin
Indikator Kebahagiaan Dunia
Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada beberapa indikator kebahagiaan dunia, yaitu :
Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.
Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
“Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.
Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.
Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.
Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.
Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.
Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.
Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.
Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.
Keenam, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.
Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.
Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca doa `sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia “), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.
Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.
Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.
Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.
Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”.. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.
Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).
Skill Ibu Rumah Tangga
Seperti hampir semua lulusan universitas ternama dengan jurusan yang tinggi peminat, rata-rata teman-teman saya memiliki karir yang bagus setelah lulus. Menikah, memiliki anak, dan berkarir, suatu hal yang biasa di zaman sekarang ini. Malah mungkin, orang-orang seperti saya, yang memilih untuk menjadi ratu rumah tangga saja, dianggap aneh. Sayang, sudah sekolah tinggi-tinggi, tapi malah tidak bekerja. Begitu anggapan kebanyakan orang di sekitar saya.
Saya sendiri dahulu memiliki mimpi yang sama. Setelah menuntut ilmu di jurusan psikologi, tentu akan mudah mencari kerja. Menjadi wanita karir sambil mengurus rumah tangga. Ilmu saya yang bisa membantu memecahkan kesulitan orang lain, tentu sangat bermanfaat bila diterapkan di masyarakat. Tapi saya memilih untuk off dulu. Mengurus anak-anak, dan belajar untuk menjadi madrasah pertama bagi anak-anak.
Ternyata, pilihan saya ini justeru membuahkan banyak hikmah. Sehari-hari berkutat dengan urusan rumah, mengurus anak-anak, dan memikirkan pola pendidikan yang terbaik untuk mereka, bukan suatu hal yang mudah seperti anggapan kebanyakan orang. Perlu berbagai skill untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik. Kalau saya rinci satu persatu, skill yang dibutuhkan untuk menjadi ibu rumah tangga adalah :
1. Skill Kepemimpinan. Memimpin diri sendiri untuk mau membuat perencanaan diri, keluarga, dan pendidikan anak bukan sesuatu yang mudah. Begitu juga ketika harus menerapkan gaya kepemimpinan itu kepada anak-anak. Butuh banyak kesabaran agar anak mau memahami apa yang diinginkan seorang ibu.
2. Skill Manajerial. Menghadapi banyak pekerjaan dengan waktu yang terbatas butuh kemampuan mengatur diri dan waktu, agar semua pekerjaan bisa selesai dengan hasil yang memuaskan.
3. Skill Komunikasi. Mengkomunikasikan ide-ide kepada suami dan anak-anak butuh kemampuan tersendiri.
4. Skill Mendidik Anak. Mendidik anak dengan orientasi menurunkan nilai-nilai yang dimiliki orangtua bukanlah perkara mudah. Terutama bila lingkungan sangat jauh berbeda dengan apa yang diajarkan di dalam rumah.
5. Skill Mengurus Rumah, Memasak, dan Memenuhi Kebutuhan Fisik Semua Anggota Keluarga. Untuk saya, skill ini benar-benar learning by doing.
6. Skill Berkomunikasi dengan Masyarakat. Hidup bertetangga dengan orang yang berbeda bahasa dan budaya bukan sesuatu yang mudah. Diperlukan rasa PD yang tinggi untuk tetap berbaur dengan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh seorang muslim.
7. Skill Manajemen Emosi. Berusaha terus mempertahankan keinginan untuk berkembang dan mengasah berbagai potensi yang dimiliki, meskipun “hanya” berstatus sebagai ibu rumah tangga.
Saya menyadari kerja berat yang harus dipikul oleh setiap wanita yang mengaku dirinya muslim. Apalagi orang-orang yang tetap memiliki karir di samping profesinya sebagai ibu rumah tangga. tentu lebih berat lagi amanah yang harus dipikulnya. Saya sering mendengar cerita teman-teman yang memiliki double profesi. Sebagai seorang ibu dan sebagai mahasiswa. Betapa rumitnya mengatur waktu agar semua kewajiban-kewajibannya sebagai ibu, isteri, dan mahasiswa terpenuhi dengan baik.
Mungkin ada kekurangan di sana sini. Kurang memberikan perhatian kepada anak, tidak bisa seperti mahasiswa single lainnya yang berada di kampus sampai malam untuk mengerjakan penelitian dan sebagainya. Tetapi semua kekurangan-kekurangan itu berusaha untuk ditutupi dengan kerja sama yang baik antara ia dan suaminya. Suatu kerja sama yang indah untuk mencapai mimpi yang besar.
Saya pun suatu saat nanti akan merajut kembali mimpi yang tertunda itu. Insya Allah.
